Literature review Pengaruh Gaya Hidup Pada Penderita Polycystic Ovary Syndrome

Sari, Fenita Puspita (2022) Literature review Pengaruh Gaya Hidup Pada Penderita Polycystic Ovary Syndrome. Diploma thesis, UNIVERSITAS BTH TASIKMALAYA.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
FILE 1.pdf

Download (167kB)
[img] Text (BAB 1- 5)
FILE 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (938kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
FILE 4.pdf

Download (370kB)

Abstract

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2022 Fenita Puspita Sari Pengaruh Gaya Hidup Pada Penderita Polycystic Ovary Syndrome XI + 59 Halaman + 7 Tabel + 1 Gambar + 6 Lampiran ABSTRAK Polycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan kelainan poligenik dengan beragam fenotipe yang umum terjadi pada wanita usia subur. Wanita usia subur ( WUS ) adalah wanita yang memasuki usia 15-49 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya. Wanita usia subur mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun. Gaya hidup sedentary itu sendiri adalah salah satu jenis gaya hidup dimana seseorang kurang melakukan gerak atau kurang melakukan aktivitas fisik yang berarti. Gejala yang timbul gangguan ovulasi berupa oligo hingga amenorea, infertilitas, serta hirsutisme. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh gaya hidup khususnya aktivitas fisik , pengaruh berat badan, diet dan terapi herbal pada penderita PCOS. Metode penelitian ini menggunakan Literature review, untuk pengumpulan data menggunakan Google scholar dan pubmed, berbasis fulltext dalan bentuk PDF publikasi 10 tahun terakhir dengan Bahasa Indonesia dan Inggris. Pengumpulan data menggunakan kriteria inklusi ekslusi menggunakan format PICOS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pada penderita PCOS setelah dilakukan intervensi. Hasil terlihat sangat signifikan pada intervensi pola aktifitas yaitu terdapat perubahan ukuran antopometri, penurunan berat badan, system metabolism lancar, juga berpengaruh pada hormone tubuh seperti meningkatkan kadar FSH, SHBG, totas testoteron, androstenedione, FAI, dan skor Ferriman-Gallwey. Karakteristik wanita overweight dengan PCOS mengalami disfungsi ovulasi dengan memiliki prevalensi tinggi siklus menstruasi yang panjang dan tidak teratur (oligo/amenore), adanya peningkatan hiperandrogenisme biokimia yang dinilai menggunakan skor Ferriman-Gallway hasil skor >8 akan terdapat peningkatan kadar T atau akan terdapat polikistik ovarium pada USG transvaginal, penderita cenderung memiliki hasil dengan lemak perut tengah yang lebih tinggi, area glukosa di bawah kurva (AUC) yang lebih tinggi, indeks sensitivitas insulin (ISI) yang lebih rendah, Hormon Luteinizing (LH) dan indeks testosteron bebas yang lebih tinggi, sex hormone binding globulin yang lebih rendah (SHBG) dan terjadi penurunan rasio Follicle stimulating hormone (FSH), kualitas hidup rendah, depresi, kecemasan dan stress sedang-tinggi. Dikonfimasikan juga terdapat masalah penyerapan pada gastrointestinal. Karakteristik tersebut sesuai dengan konsensus ASRM/ESHRE tahun 2003.Adapun pengruh diet dan terapi herbal memiliki outcome yang sama yaitu penurunan berat badan dan terbukti memiliki efek anti-glikemik ditandai dengan peurunan ; Hb1c, insulin puasa, insulin 2 jam dan HOMA-IR, testosterone bebas dan total, penurunan kadar lipid; trigliserida dan kolestrol VLDL, kolesterol HDL. Kata Kunci: Gaya Hidup, Life style, Polycystic Ovary Syndrome Daftar Pustaka : 23 Buah (2015-2022)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: KTI DIII-Keperawatan
Divisions: Prodi Keperawatan
Depositing User: A.Md.Kep. Fenita Puspita Sari
Date Deposited: 28 Sep 2022 01:27
Last Modified: 28 Sep 2022 01:27
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/2378

Actions (login required)

View Item View Item