INTERAKSI PADA KOMBINASI EKSTRAK HERBA SELEDRI DAN EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI ANTIHIPERTENSI

Oktaviani, Rissa Aenur (2026) INTERAKSI PADA KOMBINASI EKSTRAK HERBA SELEDRI DAN EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI ANTIHIPERTENSI. Sarjana thesis, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
file 1-cover, abstrak (indo & inggris).pdf

Download (354kB)
[img] Text (Bab I - V)
file 2-bab I - V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (780kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
file 3-daftar pustaka.pdf

Download (283kB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi memicu krisis kesehatan global yang masif dengan prevalensi mencapai 1,28 miliar individu, sekaligus menjadi pemicu utama berbagai komplikasi fatal yang meningkatkan morbiditas dunia. Kompleksitas patofisiologi penyakit ini memerlukan tata laksana tekanan darah yang berkesinambungan. Kendati demikian, intervensi farmakologis jangka panjang menggunakan agen konvensional seperti diuretik, ACE inhibitors, dan calcium channel blockers (CCB) kerap menimbulkan efek samping sistemik yang menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Studi ini didesain untuk menganalisis efek interaksi dari kombinasi ekstrak herba seledri (Apium graveolens L.) dan daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus) sebagai kandidat antihipertensi. Metode: Evaluasi dilakukan melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah literatur dari basis data Crossref, Google Scholar, OpenAlex, dan PubMed terbitan tahun 2015–2025. Hasil: Telaah pustaka mengindikasikan bahwa perpaduan kedua ekstrak ini menciptakan sinergi farmakodinamik yang saling melengkapi. Herba seledri menginduksi vasodilatasi melalui aktivitas senyawa 3-n-Butylphthalide (NBP) dan apigenin yang berfungsi sebagai penyekat saluran kalsium alami. Di sisi lain, daun kumis kucing menstimulasi efek diuretik lewat inhibisi enzim Carbonic Anhydrase II serta afinitas senyawa sinensetin dan lithospermic acid pada reseptor 1Z9Y. Kombinasi mekanisme penurunan volume cairan tubuh dan pelebaran vaskular ini terbukti efektif mereduksi tekanan darah dengan efikasi sebanding dengan hidroklorotiazid (HCT), disertai profil keamanan yang superior terhadap fungsi renal dan hepatik. Kesimpulan: Formulasi kombinasi ini memiliki prospek menjanjikan sebagai alternatif terapi komplementer hipertensi yang aman sekaligus efektif. Kata Kunci: Antihipertensi, Seledri, Apium graveolens, Daun Kumis Kucing, Orthosiphon stamineus

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Rissa Aenur Oktaviani
Date Deposited: 07 Jul 2026 03:00
Last Modified: 07 Jul 2026 03:00
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5313

Actions (login required)

View Item View Item