Puspitasari, Tita (2026) HUBUNGAN PENYAMPAIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DI INSTLASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD CIAMIS. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.
|
Text (Cover dan Abstrak)
file 1.pdf Download (457kB) |
|
|
Text (Bab I - Bab V)
file 3 .pdf Restricted to Repository staff only Download (777kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
file 4.pdf Download (390kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA SKRIPSI, JULI 2026 Tita Puspitasari Pelayanan kefarmasian di rumah sakit saat ini tidak lagi terbatas pada kegiatan penyerahan obat, tetapi juga mencakup penyampaian informasi obat secara lengkap, jelas dan mudah dipahami oleh pasien. Peran apoteker dalam memberikan informasi obat merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kefarmasian karena berperan dalam meningkatkan pemahaman pasien mengenai terapi yang dijalani serta dapat mempengaruhi tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diterimanya. Hal ini menjadi semakin penting terutama pada pasien peserta BPJS, yang sering menghadapi keterbatasan waktu pelayanan akibat tingginya kunjungan di instalasi farmasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional sebanyak 100 responden dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terkait pemberian informasi obat dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan dimensi SERVQUAL. Temuan penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden telah menerima informasi dasar obat meliputi nama obat, indikasi, dosis, dan cara penggunaan. Namun, penyampaian informasi mengenai efek samping serta kemungkinan interaksi obat belum optimal. Secara umum, pasien memberikan penilaian kepuasan dalam kategori puas, meskipun demikian, hasil analisis statistik mengindikasikan bahwa penyampaian informasi obat tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pasien, yang ditunjukkan oleh nilai (p >0,05), dengan kekuatan hubungan yang tergolong sangat lemah. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penyampaian informasi obat oleh apoteker belum terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas dan efektivitas komunikasi dalam penyampaian informasi dan edukasi obat tetap perlu dioptimalkan. Selain itu, identifikasi serta evaluasi terhadap faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan pasien juga penting dilakukan sebagai dasar dalam pengembangan mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Kata kunci: Penyampaian informasi obat, Kepuasan pasien, Apoteker, BPJS, Pelayanan kefarmasian.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | titaapuspitasari884@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Tita Puspitasari |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 00:40 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 00:40 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
