FORMULASI DAN KARAKTERISASI EDIBLE FILM TEH KOMBUCHA BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Candida albicans PENYEBAB SARIAWAN

AZZAHRA, NURUL SULISTIA (2026) FORMULASI DAN KARAKTERISASI EDIBLE FILM TEH KOMBUCHA BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Candida albicans PENYEBAB SARIAWAN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (210kB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
BAB I - BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (430kB)

Abstract

PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Skripsi, Juli 2026 Nurul Sulistia Azzahra Stomatitis aftosa rekuren dapat diperberat oleh kolonisasi Candida albicans sehingga diperlukan sediaan lokal yang nyaman dan mampu menghantarkan bahan aktif secara langsung pada rongga mulut. Penelitian ini bertujuan memformulasikan teh kombucha bunga kecombrang (Etlingera elatior) dalam bentuk edible film serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antijamurnya terhadap C. albicans. Penelitian eksperimental laboratorium dilakukan melalui determinasi tanaman, pembuatan simplisia, skrining fitokimia, fermentasi kombucha dengan variasi gula 10-40%, formulasi edible film F0, F1 5%, F2 10%, dan F3 20%, evaluasi fisik sediaan, uji hedonik, serta uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi agar. Hasil skrining menunjukkan simplisia dan kombucha mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, kuinon, monoterpenoid/seskuiterpenoid, dan triterpenoid. Kombucha dengan gula 40% menghasilkan zona hambat terbesar terhadap C. albicans, yaitu 15,03 ± 0,25 mm. Seluruh formula edible film memiliki ketebalan 0,05-0,09 mm, waktu hancur 7-9 detik, waktu melarut 17-27 detik, kadar air 10,00-16,00%, dan pH 6,63-7,50. Formula F1, F2, dan F3 menghasilkan zona hambat masing-masing 6,96 ± 0,62 mm, 8,60 ± 0,15 mm, dan 12,28 ± 0,43 mm, sedangkan F0 tidak menunjukkan aktivitas. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antarformula (p < 0,001). Formula F3 merupakan formula paling potensial karena mempertahankan karakter fisik yang dapat diterima dan menghasilkan aktivitas antijamur kategori kuat terhadap C. albicans. Kata kunci: Candida albicans, edible film, Etlingera elatior, kombucha, stomatitis aftosa rekuren

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: nurulsulistia334@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Nurul Sulistia Azzahra
Date Deposited: 18 Aug 2026 03:35
Last Modified: 18 Aug 2026 03:35
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5423

Actions (login required)

View Item View Item