AGUSTIN, LAELA SONIA (2026) LITERATUR REVIEW TENTANG TERAPI BERBASIS SENYAWA ALAMI: POTENSI TERPENOID, FLAVONOID, DAN ALKALOID DALAM MODULASI NEUROTRANSMITER UNTUK PENGOBATAN DEPRESI. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (Cover dan Abstrak)
1. Cover Dan Abstrak.pdf Download (203kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
3. BAB I - BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (327kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
4. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (204kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Skripsi, Januari 2026 Laela Sonia Agustin Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mental multifaktorial yang ditandai oleh perubahan suasana hati, gangguan kognitif, dan perilaku akibat ketidakseimbangan neurotransmiter di sistem saraf pusat. Terapi antidepresan konvensional, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) dan serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI), masih menjadi standar pengobatan, namun efektivitasnya sering terbatas oleh onset kerja yang lambat, efek samping, dan respons klinis yang bervariasi antar individu. Hal ini mendorong pengembangan alternatif berbasis senyawa alami yang lebih aman dan memiliki mekanisme multitarget. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi senyawa terpenoid, flavonoid, dan alkaloid dari tanaman dalam modulasi neurotransmiter sebagai pendekatan antidepresan. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah yang terbit pada periode 2020–2025. Penelitian difokuskan pada tanaman yang diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas neurofarmakologis, di antaranya Curcuma longa (kurkumin), Crocus sativus (crocin dan safranal), Matricaria chamomilla (apigenin), dan Mitragyna speciosa (mitragynine). Hasil: Tanaman dengan senyawa bioaktif pada berbagai golongan berpotensi memberikan efek antidepresan melalui mekanisme inhibisi monoamine oxidase (MAO), peningkatan kadar serotonin, dopamin, dan norepinefrin, regulasi sumbu hipotalamus hipofisis adrenal (HPA). Kesimpulan: Senyawa terpenoid, flavonoid, dan alkaloid memiliki potensi sebagai terapi komplementer dalam manajemen depresi. Penelitian lanjutan secara preklinis dan klinis diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan dosis optimal sebelum direkomendasikan pada praktik klinis. Kata kunci: depresi, neurotransmiter, terpenoid, flavonoid, alkaloid
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | laelasaag@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Laela Laela |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 00:49 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 00:49 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5436 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
