Trisnawati, Ade Rina (2026) PEMBENTUKAN DAN KARAKTERISASI KOKRISTAL PARASETAMOL - 4,4’ BIPIRIDIN MENGGUNAKAN PELARUT ASETON DENGAN METODE ANTISOLVEN. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (COVER dan ABSTRAK)
1. COVER-ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (668kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
3. BAB I-V.pdf Restricted to Repository staff only Download (839kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
4. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (356kB) |
Abstract
ABSTRAK Pembentukan dan Karakterisasi Kokristal Parasetamol-4,4’bipiridin Menggunakan Pelarut Aseton Dengan metode Antisolven Ade Rina Trisnawati Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Abstrak Pendahuluan: Parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang banyak digunakan, namun memiliki kelarutan dalam air yang relatif rendah sehingga dapat membatasi laju disolusi dan bioavailabilitasnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan sifat fisikokimia parasetamol adalah melalui pembentukan kokristal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membentuk dan mengkarakterisasi kokristal parasetamol-4,4’bipiridin menggunakan metode antisolven serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kelarutan dan laju disolusi intrinsik. Metode: Kokristal dibuat dengan melarutkan parasetamol dan 4,4’bipiridin dalam aseton sebagai pelarut baik, kemudian ditambahkan ke dalam aqua demineralisasi bersuhu 3°C sebagai antisolven. Karakterisasi dilakukan menggunakan Hot Stage Microscopy (HSM), Melting Point Apparatus, Attenuated Total Reflectance - Fourier Transform Infra-Red (ATR/FTIR) dan Powder X-Ray Diffraction (PXRD). Evaluasi meliputi uji wettability, kelarutan, dan uji disolusi intrinsik. Hasil: Terbentuknya fase kristal baru ditunjukkan oleh perubahan morfologi kristal, munculnya titik leleh baru, pergeseran bilangan gelombang pada spektrum FTIR, serta munculnya puncak difraksi baru pada pola PXRD. Hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa kokristal memiliki kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan parasetamol murni. Selain itu, hasil uji disolusi intrinsik pada media dapar asetat pH 4,5 menunjukkan bahwa kokristal memiliki kemampuan disolusi yang lebih baik dibandingkan parasetamol murni. Kesimpulan: Kokristal parasetamol-4,4’bipiridin berhasil dibentuk menggunakan metode antisolven dan mampu meningkatkan kelarutan serta laju disolusi intrinsik parasetamol. Kata kunci: Parasetamol, kokristal, antisolven, kelarutan
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | aderinatrisnawati38@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Ade Rina Trisnawati |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:56 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:56 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5474 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
