UJI KARAKTERISTIK MUTU SIMPLISIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DALAM SEDIAAN MASKER CLAY

WULANDARI, RATNA (2026) UJI KARAKTERISTIK MUTU SIMPLISIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DALAM SEDIAAN MASKER CLAY. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (353kB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
BAB I - BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (323kB)

Abstract

PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA SKRIPSI, AGUSTUS 2026 Ratna Wulandari Jerawat merupakan masalah kulit yang dipengaruhi oleh infeksi bakteri Cutibacterium acnes. Daun alpukat (Persea americana Mill.) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri sehingga dapat dikembangkan sebagai bahan aktif antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu simplisia daun alpukat, membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak berdasarkan jenis pelarut, mengevaluasi mutu fisik masker clay, serta mengetahui aktivitas antibakteri masker clay ekstrak daun alpukat terhadap Cutibacterium acnes. Karakterisasi simplisia dilakukan berdasarkan parameter spesifik dan nonspesifik sesuai Farmakope Herbal Indonesia. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 96%. Ekstrak dengan aktivitas terbaik diformulasikan menjadi masker clay dan dievaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, waktu kering, viskositas, rheologi, iritasi, dan hedonik. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Tukey. Hasil menunjukkan bahwa simplisia daun alpukat memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia. Ekstrak etanol 96% memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dibandingkan ekstrak n-heksan dan etil asetat (p<0,05). Sediaan masker clay memenuhi persyaratan mutu fisik dan menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat 10,16 mm yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol 96% daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif masker clay antijerawat. Kata kunci: Daun alpukat, karakterisasi simplisia, masker clay, Cutibacterium acnes

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: ratnaawlnd@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Ratna Wulandari
Date Deposited: 28 Aug 2026 01:17
Last Modified: 28 Aug 2026 02:53
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5606

Actions (login required)

View Item View Item