KARAKTERISASI SENYAWA DAN POTENSI MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMATOKRIT DAN ERITROSIT MENCIT BETINA YANG DIINDUKSI NaNO2 (Natrium Nitrit)

FAUZIAH, DEVI SARAH (2026) KARAKTERISASI SENYAWA DAN POTENSI MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMATOKRIT DAN ERITROSIT MENCIT BETINA YANG DIINDUKSI NaNO2 (Natrium Nitrit). Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (203kB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
BAB I - BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (763kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (179kB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan penurunan kadar hematokrit dan Anemia merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan penurunan kadar hematokrit dan jumlah eritrosit sehingga mengurangi kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan. Salah satu bahan alam yang berpotensi dikembangkan sebagai agen antianemia adalah minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) karena mengandung asam lemak tak jenuh, terutama asam α-linolenat (omega-3), asam linoleat (omega-6), asam oleat (omega-9), serta vitamin E yang memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan tersebut berpotensi melindungi eritrosit dari kerusakan oksidatif, namun karakterisasi senyawa penyusun minyak biji sacha inchi serta potensinya sebagai antianemia masih belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi senyawa dalam minyak biji sacha inchi menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) serta mengevaluasi potensinya dalam meningkatkan kadar hematokrit dan jumlah eritrosit pada mencit betina yang diinduksi natrium nitrit (NaNO₂). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo. Simplisia biji sacha inchi diidentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik, kemudian minyak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana dan dikarakterisasi menggunakan GC-MS. Uji aktivitas antianemia dilakukan pada 25 ekor mencit betina yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Fe), serta kelompok perlakuan minyak biji sacha inchi dosis 1 mg/20 g BB, 2 mg/20 g BB, dan 3 mg/20 g BB selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar hematokrit dan jumlah eritrosit, kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasi 19 senyawa dengan komponen dominan berupa asam linoleat sebesar 57,28%, diikuti metil linolenat sebesar 18,89%, metil linoleat sebesar 12,15%, dan asam palmitat sebesar 5,00%. Pemberian minyak biji sacha inchi meningkatkan kadar hematokrit dan jumlah eritrosit secara bermakna (p<0,05). Peningkatan kadar hematokrit tertinggi diperoleh pada dosis 3 mg/20 g BB dengan persentase kenaikan 83,79%, sedangkan peningkatan jumlah eritrosit tertinggi diperoleh pada dosis 1 mg/20 g BB sebesar 115,30%. Disimpulkan bahwa minyak biji sacha inchi didominasi oleh asam lemak tak jenuh, terutama asam linoleat, dan berpotensi meningkatkan kadar hematokrit serta jumlah eritrosit pada mencit betina yang diinduksi NaNO₂, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen antianemia alami. Kata kunci: Plukenetia volubilis L., minyak biji Sacha Inchi, GC-MS, asam linoleat, anemia, hematokrit, eritrosit

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: devisarahf@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Devi Sarah Fauziah
Date Deposited: 28 Aug 2026 06:22
Last Modified: 28 Aug 2026 06:22
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5626

Actions (login required)

View Item View Item