Cahyani, Adinda Dwi (2026) KESESUAIAN PENGGUNAAN BETA-BLOCKER BERDASARKAN PEDOMAN TERAPI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG CHF (Congestive Heart Failure) DENGAN FRAKSI EJEKSI MENURUN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KOTA BANJAR TAHUN 2025. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (COVER dan ABSTRAK)
FILE 1.pdf Download (87kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
FILE 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (469kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
FILE 4.pdf Download (161kB) |
Abstract
KESESUAIAN PENGGUNAAN BETA-BLOCKER BERDASARKAN PEDOMAN TERAPI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG CHF (CONGESTIVE HEART FAILURE) DENGAN FRAKSI EJESKI MENURUN DI INSTALASI RAWAT INAPRSUD KOTA BANJAR 2025 Adinda Dwi Cahyani Program Studi S1 Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Abstrak Gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF) merupakan masalah kesehatan yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi sehingga memerlukan terapi yang rasional untuk meningkatkan luaran klinis pasien. Beta-blocker merupakan salah satu terapi utama yang direkomendasikan dalam Pedoman PERKI 2023 karena terbukti mampu menurunkan mortalitas, mengurangi angka rawat inap, dan memperbaiki fungsi ventrikel kiri. Namun, penggunaan beta- blocker yang tidak sesuai pedoman berpotensi menimbulkan Drug Related Problems (DRPs) yang dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan beta-blocker berdasarkan Pedoman PERKI 2023 dan mengidentifikasi penyebab DRPs menggunakan metode Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.1 domain Causes pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun di instalasi rawat inap RSUD Kota Banjar tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi dilakukan terhadap ketepatan pemilihan obat dan ketepatan dosis berdasarkan Pedoman PERKI 2023, kemudian penyebab DRPs diklasifikasikan menggunakan PCNE versi 9.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan beta-blocker telah sesuai dengan Pedoman PERKI 2023 dengan tingkat kesesuaian sebesar 91,1%, sedangkan ketidaksesuaian sebesar 8,9%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan beta-blocker pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun di RSUD Kota Banjar sebagian besar telah sesuai dengan Pedoman PERKI 2023, namun evaluasi terapi dan pemantauan dosis secara berkala tetap diperlukan untuk meminimalkan terjadinya DRPs dan mengoptimalkan luaran terapi pasien. Kata Kunci: Beta-blocker, HFrEF, DRPs, PCNE
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | adindadwicahyani1653@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Adinda Dwi Cahyaniv |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 01:44 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 01:44 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5657 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
