EVALUASI KAJIAN INTERAKSI OBAT DAN POLA PENGGUNAAN NSAID PADA PASIEN OSTEOARTRITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA

Listya, Inggit Suci (2026) EVALUASI KAJIAN INTERAKSI OBAT DAN POLA PENGGUNAAN NSAID PADA PASIEN OSTEOARTRITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA. Sarjana thesis, Universitas Bakti Tunas Husada.

[img] Text (Cover + Abstrak)
COVER + ABSTRAK .pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
BAB I-V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB)

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dengan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID), namun penggunaan tersebut berisiko menimbulkan interaksi obat terutama pada kondisi polifarmasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola penggunaan NSAID dan potensi interaksi obat pada pasien OA di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Sockardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian observasional dengan desain retrospektif ini dilakukan dengan mengambil data rekam medis pasien osteoartritis periode tahun 2025. Analisis data dilakukan uji Chi-Square dan korelasi Spearman untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meloksikam merupakan NSAID yang paling banyak diresepkan, yakni sebesar 93,46% pada fase admisi dan 91,55% pada fase discharge. Potensi interaksi obat yang paling sering ditemukan berada dalam kategori sedang (moderate). Berdasarkan uji statistik, terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan kuat antara polifarmasi dengan kejadian interaksi obat pada fase admisi (p = 0,000; r = 0,616) dan hubungan signifikan dengan kekuatan sedang pada fase discharge (p = 0,000; r = 0,387). Komorbiditas juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian interaksi obat pada fase admisi (p = 0,027; r = 0,135) dan fase discharge (p = 0,035; r = 0,132) meskipun kekuatan korelasinya lemah, sedangkan faktor usia dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan signifikan (p > 0,05). Hal in menunjukkan bahwa risiko interaksi obat meningkat secara signifikan seiring bertambahnya jumlah regimen obat dan adanya penyakit penyerta. Sebagai kesimpulan, polifarmasi dan komorbiditas menjadi faktor risiko utama teriadinya interaksi obat pada pasien OA di RSUD dr. Soekardjo. Temuan in menekankan pentingnya peran tenaga medis dalam melakukan rekonsiliasi dan pemantauan terapi obat gun mencegah efek samping yang merugikan dan memastikan keberhasilan terapi pasien secara optimal.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: inggitsuci09@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Inggit Suci Listya
Date Deposited: 02 Sep 2026 08:48
Last Modified: 02 Sep 2026 08:48
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5706

Actions (login required)

View Item View Item