NURANTI, MAWAR (2026) PENETAPAN KADAR FLAVONOID, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN ANALISIS PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) EKSTRAK ETANOL KULIT PETAI (Parkia speciosa Hassk.) SEGAR DAN LAYU. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak .pdf Download (286kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
BAB I-BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (782kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Download (179kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2026 Mawar Nuranti Kulit Petai (Parkia speciosa Hassk.) selama ini lebih banyak dibuang sebagai limbah, padahal di dalamnya masih tersimpan sejumlah senyawa bioaktif antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol—yang berpeluang besar dikembangkan sebagai antioksidan alami. Riset ini dilakukan untuk mengukur kadar flavonoid total, menguji aktivitas antioksidan, sekaligus menelusuri profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dari ekstrak etanol kulit petai, baik dalam kondisi segar maupun yang sudah layu. Ekstraksi dikerjakan dengan teknik refluks memakai etanol 96% sebagai pelarut. Kadar flavonoid totalnya ditentukan lewat metode kolorimetri berbasis AlCl₃ yang dibaca menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 415 nm, dengan kuersetin sebagai pembanding standar. Sementara itu, kemampuan antioksidan diuji dengan metode DPPH dan dinyatakan dalam satuan setara asam askorbat (AAE). Untuk penelusuran senyawa bioaktif secara kualitatif, digunakan KLT dengan fase diam silika gel GF₂₅₄ dan fase gerak campuran n-heksan : etil asetat (7:3). Dari hasil pengujian, ekstrak kulit petai segar tercatat memiliki kadar flavonoid sebesar 14,971 ± 0,727 mgQE/g, lebih besar dibanding ekstrak dari kulit yang layu (13,274 ± 0,265 mgQE/g). Pola serupa juga terlihat pada aktivitas antioksidannya, di mana ekstrak segar mencapai 680,015 ± 36,916 mg AAE/g, sedangkan ekstrak layu hanya 452,607 ± 24,600 mg AAE/g. Uji KLT membuktikan keberadaan flavonoid pada kedua jenis ekstrak tersebut. Selain itu, uji korelasi Spearman menunjukkan keterkaitan positif yang kuat antara kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan, dengan koefisien rho 0,874 (p < 0,01). Dapat disimpulkan bahwa proses pelayuan berdampak pada menurunnya kadar flavonoid sekaligus daya antioksidan kulit petai, sehingga kulit petai segar lebih layak dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami dibandingkan yang sudah layu.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | nurantimawar24@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Mawar Nuranti |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 06:05 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 06:05 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5717 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
