MARYAM, SINTA DEWI (2026) STUDI IN SILICO SENYAWA AKTIF TANAMAN TEH HIJAU (Camellia sinensis) TERHADAP ENZIM ASETIKOLINESTERASE (AChE) SEBAGAI TERAPI ALZHEIMER. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf Download (400kB) |
|
|
Text (BAB I- BAB V)
BAB I- BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (200kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA Skripsi, Agustus 2026 Sinta Dewi Maryam Pendahuluan: Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif yang berkaitan dengan disfungsi sistem kolinergik dan penurunan kadar asetilkolin akibat aktivitas enzim asetilkolinesterase (AChE). Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai kandidat inhibitor AChE. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi 30 senyawa aktif teh hijau sebagai kandidat inhibitor AChE menggunakan pendekatan in silico. Metode: Penelitian komputasi dilakukan dengan metode molecular docking menggunakan PyRx pada tiga reseptor AChE (4EY7, 6O4W, dan 7E3H), molecular dynamics menggunakan perangkat lunak Desmond selama 100 ns, analisis Drug Scan berdasarkan Lipinski's Rule of Five, serta prediksi farmakokinetik (ADMET) melalui situs web pkCSM. Hasil: Hasil molecular docking menunjukkan EGCG sebagai senyawa terbaik pada reseptor 4EY7 (-9,88 kkal/mol) dan 7E3H (-10,32 kkal/mol), ECG terbaik pada reseptor 6O4W (- 10,11 kkal/mol), dan Theaflavin menunjukkan afinitas yang baik pada 7E3H (-10,16 kkal/mol), dengan nilai afinitas lebih rendah dibandingkan rivastigmin (-8,16 hingga -8,48 kkal/mol). Simulasi molecular dynamics 100 ns menunjukkan kompleks EGCG-6O4W paling stabil dengan RMSD 1,669 Å dan RMSF 0,835 Å. Prediksi ADMET menunjukkan seluruh senyawa memiliki profil toksisitas yang baik dengan uji AMES negatif dan tidak terprediksi hepatotoksik, meskipun memiliki keterbatasan pada absorpsi oral dan penetrasi sawar darah otak. Kesimpulan: Hal ini mengindikasikan bahwa senyawa-senyawa tersebut memiliki potensi sebagai kandidat inhibitor AChE berbasis bahan alam untuk terapi penyakit Alzheimer, namun memerlukan validasi eksperimental lebih lanjut melalui uji in vitro dan in vivo. Kata kunci: Camellia sinensis, Alzheimer, asetilkolinesterase, molecular docking, molecular dynamics.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | maryamsintadewi3@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Sinta Dewi Maryam |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 07:22 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 07:22 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5727 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
