IMPLEMENTASI TERAPI NEBULASI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA

Rosdiana, Zahra Auralia (2026) IMPLEMENTASI TERAPI NEBULASI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA. Diploma thesis, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

[img] Text (Cover dan abstrak)
COVER.pdf

Download (231kB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
(BAB 1-5).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (772kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar pustaka)
(dapus).pdf

Download (239kB)

Abstract

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA Karya Tulis Ilmiah, 11 September 2026 Zahra Auralia Rosdiana Implementasi Terapi Nebulasi Pada Pasien TB Paru Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Tidak Efektif Di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya xii + 63 halaman+ 9 tabel + 17 lampiran ABSTRAK Latar Belakang Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi yang sering menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Kondisi ini ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum berlebih, peningkatan frekuensi napas, dan bunyi napas tambahan. Salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah terapi nebulasi. Tujuan Mengidentifikasi respons terapi nebulasi pada pasien Tuberkulosis paru dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian studi kasus deskriptif pada 2 responden pasien Tuberkulosis paru. Terapi nebulasi diberikan selama 3 hari dengan observasi frekuensi napas, saturasi oksigen, kemampuan batuk efektif, produksi sputum, dan bunyi napas tambahan. Hasil Terjadi perubahan kondisi respirasi pada kedua responden yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan atau kestabilan saturasi oksigen dalam batas normal, peningkatan kemampuan batuk efektif, penurunan produksi sputum, serta berkurangnya bunyi napas tambahan berupa ronki. Kesimpulan Terapi nebulasi dapat membantu memperbaiki bersihan jalan napas pada pasien Tuberkulosis paru yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan kemampuan batuk efektif, penurunan produksi sputum, dan hilangnya bunyi napas tambahan. Saran Disarankan agar implementasi terapi nebulasi tetap dilakukan sesuai prosedur sebagai intervensi kolaboratif dalam membantu mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Tuberkulosis paru. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Terapi Nebulasi, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Sputum, Frekuensi Napas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contact Email: auraliarosdiaazahra@gmail.com
Subjects: KTI DIII-Keperawatan
Divisions: Prodi Keperawatan
Depositing User: A.Md.Kep. Zahra Auralia Rosdiana
Date Deposited: 09 Sep 2026 02:29
Last Modified: 09 Sep 2026 02:29
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5926

Actions (login required)

View Item View Item