Ramadhan, Adi Budi (2026) ANALISIS RASIONALITAS PERESEPAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA NON-PNEUMONIA DAN DIARE NON- SPESIFIK TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DI PUSKESMAS GARUT. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.
|
Text (cover abstrak)
COVER dan ABSTRAK .pdf Download (206kB) |
|
|
Text (BAB I- BAB V)
BAB I- BAB V .pdf Restricted to Repository staff only Download (474kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka.pdf Download (150kB) |
Abstract
10016224189 – Adi Budi Ramadhan Program Studi Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Indonesia *email: adibudirammmadhan@gmail.com Abstrak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tanpa pneumonia dan diare nonspesifik termasuk gangguan akut yang kerap ditangani pada fasilitas kesehatan primer dan pada umumnya dapat pulih dengan sendirinya (self-limiting). Meskipun demikian, antibiotik masih cukup sering diberikan secara tidak tepat sehingga berisiko mempercepat terjadinya resistensi antimikroba. Penilaian ketepatan peresepan beserta keterkaitannya dengan kualitas hidup pasien diperlukan sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan kesehatan. Kajian ini menganalisis rasionalitas pemberian antibiotik berdasarkan indikator World Health Organization (WHO) sekaligus menilai hubungannya dengan kualitas hidup pasien ISPA tanpa pneumonia dan diare nonspesifik di Puskesmas Siliwangi, Kabupaten Garut. Rancangan yang digunakan ialah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 150 pasien berusia ≥16 tahun yang didiagnosis ISPA tanpa pneumonia atau diare nonspesifik dilibatkan sebagai sampel. Ketepatan peresepan dinilai melalui indikator WHO, sedangkan kondisi kualitas hidup diukur memakai EQ-5D-5L dan EQ-VAS. Keterkaitan antarkedua variabel diuji menggunakan korelasi Spearman. Dari keseluruhan sampel, 78 pasien mengalami ISPA tanpa pneumonia dan 72 pasien mengalami diare nonspesifik. Responden didominasi perempuan (66,4%) serta kelompok umur 46–65 tahun (36,4%). Jumlah rerata obat pada setiap resep melampaui acuan WHO sebesar 2,6 obat per resep, yakni 3,74–3,92 pada kelompok ISPA tanpa pneumonia dan 3,25–3,83 pada kelompok diare nonspesifik. Pemberian antibiotik pada kasus ISPA tanpa pneumonia berada di atas rekomendasi WHO, sedangkan pada diare nonspesifik menurun sampai 0% pada Oktober 2025. Seluruh obat yang diresepkan telah menggunakan nama generik dan sesuai DOEN (100%). Secara umum, kualitas hidup pasien tergolong baik. Uji statistik tidak menunjukkan keterkaitan bermakna antara rasionalitas peresepan dan kualitas hidup (p>0,05). Dengan demikian, praktik peresepan belum seluruhnya mencapai standar WHO, terutama pada jumlah obat dalam resep dan pemakaian antibiotik, serta tidak ditemukan hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien. Kata kunci: ketepatan peresepan, antibiotik, ISPA tanpa pneumonia, diare nonspesifik, kualitas hidup terkait kesehata
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | adibudirammmadhan@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm adi budi ramadhan |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 02:09 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:09 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5964 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
