KAJIAN RASIONALITAS PENGOBATAN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA

PUTRI, SYAKILA SYALSA REIZA (2026) KAJIAN RASIONALITAS PENGOBATAN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
File 1_Cover, Abstrak Indonesia, Abstrak Inggris.pdf

Download (251kB)
[img] Text (Bab I - Bab V)
File 3_Bab I-V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (536kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
File 4_Daftar Pustaka.pdf

Download (38kB)

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab utama nyeri punggung bawah yang memerlukan terapi farmakologis rasional untuk menjamin efektivitas dan keamanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas pengobatan pasien HNP berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat rute pemberian obat. Penelitian dilakukan di salah satu rumah sakit di Kota Tasikmalaya pada Maret – April 2026 menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang dan pengambilan data retrospektif dari rekam medis pasien pada bulan Januari 2024–Desember 2025. Sampel dipilih secara purposive sehingga diperoleh 176 rekam medis pasien HNP, terdiri atas 64 pasien rekonsiliasi admisi dan 112 pasien rekonsiliasi discharge. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase berdasarkan pedoman PERDOSSI 2023 dan NASS 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tepat indikasi, tepat pasien, dan tepat rute mencapai 100% pada fase admisi maupun discharge. Ketepatan obat saat admisi pada rawat jalan tahun 2024 dan 2025 sebesar 96,29%, dan 96,96%, sedangkan rawat inap tahun 2025 sebesar 75%. Pada fase discharge, ketepatan obat pada rawat jalan tahun 2024 dan 2025 sebesar 94,28% dan 93,05%, sedangkan rawat inap sebesar 80%. Ketidaktepatan obat ditemukan pada penggunaan gabapentin dan pregabalin secara bersamaan. Ketepatan dosis fase admisi pada rawat jalan tahun 2024 dan 2025 sebesar 18,51%, dan 63,63%, sedangkan rawat inap sebesar 50%. Ketepatan dosis pada fase discharge sebesar 37,14%, 54,16%, dan 40%. Ketidaktepatan dosis terutama ditemukan pada penggunaan gabapentin, pregabalin, dan eperison HCl dalam dosis subterapi. Secara umum, rasionalitas pengobatan HNP telah sesuai dengan pedoman terapi, namun optimalisasi ketepatan dosis dan obat masih diperlukan. Kata kunci: admisi, discharge, dosis, farmakologis, hernia nukleus pulposus, rasionalitas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: kilaputri369@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Syakilla Syalsa Reiza Putri
Date Deposited: 11 Sep 2026 01:52
Last Modified: 11 Sep 2026 01:52
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6185

Actions (login required)

View Item View Item