Hubungan Self Regulation, Self efficacy, Observational Learning, dan Fasilitas dengan Kepatuhan Pengunjung terhadap Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di RSUD dr.Soekardjo

Syawaluna, Azmiatun (2026) Hubungan Self Regulation, Self efficacy, Observational Learning, dan Fasilitas dengan Kepatuhan Pengunjung terhadap Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di RSUD dr.Soekardjo. Sarjana thesis, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (422kB)
[img] Text (BAB I - BAB VII)
BAB I - BAB VII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (973kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (197kB)

Abstract

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI SARJANA ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Skripsi, September 2026 Azmiatun Syawaluna Hubungan Self Regulation, Self Efficacy, Observational Learning, dan Fasilitas dengan Kepatuhan Terhadap Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di RSUD dr.Soekardjo. xvii + 115 Hal + 19 tabel + 16 lampiran Abstrak Berdasarkan GATS 2021, 34,5% penduduk Indonesia ≥15 tahun adalah perokok aktif. Indonesia memiliki prevalensi perokok laki-laki tertinggi, yang berkontribusi pada meningkatnya kasus PTM seperti kanker paru dan stroke setiap tahun. Kurangnya komunikasi efektif RS kepada masyarakat tentang peraturan KTR menyebabkan rendahnya kepatuhan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Self Regulation, Self Efficacy, Observational Learning, fasilitas, dan kepatuhan pengunjung serta mengetahui hubungan antara Self Regulation, Self Efficacy, Observational Learning, dan fasilitas dengan kepatuhan pengunjung terhadap kebijakan KTR di RSUD dr. Soekardjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 7.428 pengunjung, dengan sampel diambil menggunakan teknik non-probability accidental sampling sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert (30 item, Cronbach's Alpha 0,935) dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki Self-Regulation tinggi (87%), Self-Efficacy sedang (54%), Observational Learning tinggi (50%), dan persepsi Fasilitas tinggi (84%), namun 63% responden masih tidak patuh terhadap kebijakan KTR. Uji korelasi menunjukkan keempat variabel memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Kepatuhan (p < 0,05), dengan Observational Learning sebagai faktor paling dominan (r = 0,532) dan Fasilitas sebagai faktor paling lemah (r = 0,265). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor psikososial lebih menentukan kepatuhan dibandingkan ketersediaan sarana fisik. Rumah sakit disarankan memperkuat edukasi, sosialisasi, pengawasan, dan penegakan aturan KTR secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: sazmiatun@gmail.com
Subjects: S-1 Skripsi Administrasi Rumah Sakit
Divisions: Prodi S-1 Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: S.Kes Azmiatun Syawaluna
Date Deposited: 17 Sep 2026 08:10
Last Modified: 17 Sep 2026 08:10
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6281

Actions (login required)

View Item View Item