MALIK, FAISAL (2026) GAMBARAN INDEKS OVITRAP SEBAGAI INDIKATOR KEPADATAN NYAMUK DI SMKN 2 DI KOTA TASIKMALAYA. Diploma thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (Cover dan Abstrak)
FILE 1 COVER + ABSTRAK + ABSTRACT.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I - V)
FILE 3 BAB I-V.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
FILE 4 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (771kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA Karya Tulis Ilmiah, Juli 2026 Faisal Malik Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang penularannya berkaitan dengan keberadaan nyamuk sebagai vektor, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Aedes aegypti merupakan vektor utama dalam penularan DBD karena habitatnya banyak ditemukan di dalam maupun di sekitar lingkungan tempat tinggal manusia. Sementara itu, Aedes albopictus lebih banyak ditemukan pada lingkungan luar rumah, seperti area perkebunan atau vegetasi, sehingga intensitas kontaknya dengan manusia relatif lebih rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen atau percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, perangkat kontrol memperoleh nilai Indeks Ovitrap (OI) sebesar 90%, sedangkan perangkat Doubletrap Mosquito yang telah dimodifikasi sebagai kelompok uji memperoleh nilai OI sebesar 100%. Mengacu pada pedoman Food and Environmental Hygiene Department (FEHD, 2020), sebagaimana tercantum pada Tabel 3.5, nilai OI sebesar 90% maupun 100% termasuk dalam kategori level 4 dengan kriteria kepadatan telur nyamuk yang tinggi. Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan yang ditampilkan pada Gambar 4.3, perangkat Doubletrap Mosquito pada kelompok uji mampu menangkap telur yang berasal dari dua genus nyamuk, yaitu Aedes sp. dan Culex sp. Kedua genus tersebut diketahui memiliki peranan sebagai vektor berbagai penyakit.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di lingkungan SMKN 2 wilayah Tawang, Kota Tasikmalaya, dapat disimpulkan bahwa nilai Indeks Ovitrap (OI) pada perangkat Doubletrap Mosquito sebagai alat uji mencapai 100%, sedangkan pada alat kontrol sebesar 90%. Berdasarkan kategori Indeks Ovitrap (OI), kedua perangkat tersebut termasuk dalam kategori level 4 dengan kriteria tinggi. Selain itu, jenis telur nyamuk yang berhasil terperangkap pada perangkat Doubletrap Mosquito berasal dari genus Aedes sp. dan Culex sp. yang merupakan kelompok nyamuk yang berpotensi berperan sebagai vektor berbagai penyakit. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Aedes sp., Culex sp., Doubletrap Mosquito, Indeks Ovitrap.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Contact Email: | faisalmalik6179@gmail.com |
| Subjects: | KTI DIII-Analis Kesehatan/TLM |
| Divisions: | Prodi Analis Kesehatan |
| Depositing User: | A.Md.A.K Faisal Malik |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 00:52 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 00:52 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6369 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
