Studi Etnomedisin dan Skrining Fitokimia Tanaman sebagai Obat Antidiare dan Dermatitis pada Masyarakat Kampung Adat Bulak Kupa, Dusun Puhun, Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan

Miftahunnajah, Nadhira (2026) Studi Etnomedisin dan Skrining Fitokimia Tanaman sebagai Obat Antidiare dan Dermatitis pada Masyarakat Kampung Adat Bulak Kupa, Dusun Puhun, Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan. Sarjana thesis, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

[img] Text (Cover & abstrak)
cover gd-1.pdf

Download (136kB)
[img] Text (Bab 1 - 5)
bab 1-5 gd.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (857kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (213kB)

Abstract

Letak geografis yang terpencil dan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan menyebabkan masyarakat Kampung Adat Bulak Kupa, Dusun Puhun, Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, masih mengandalkan etnomedisin sebagai upaya utama dalam menjaga dan memulihkan kesehatan seperti diare dan dermatitis. Namun, pemanfaatan tumbuhan obat tersebut belum terdokumentasi dengan baik sehingga diperlukan kajian etnomedisin untuk mengidentifikasi dan melestarikan pengetahuan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai obat berbasis bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 235 responden. Tanaman dengan nilai Frekuensi Sitasi tertinggi selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi golongan senyawa flavonoid dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman antidiare yang digunakan adalah daun jambu biji (Psidium guajavaL.) dengan frekuensi sitasi 62,98% dan pisang lilin (Musa acuminata L.) 37,02%. Untuk pengobatan dermatitis digunakan daun sirih (Piper betle L.) 51,06%, daun ketapang cina (Senna alata) 28,94%, dan lidah buaya (Aloe vera) 20,00%. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (62,98%) dengan cara pengolahan terbanyak direbus (64,68%). Nilai Rasio Kesepakatan Informan (RKI) sebesar 0,987 untuk diare dan 0,983 untuk dermatitis. Skrining fitokimia pada tanaman dengan Frekuensi Sitasi tertinggi menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid dan tanin. Dengan demikian, masyarakat Kampung Adat Bulak Kupa masih mempertahankan praktik etnomedisin, terutama memanfaatkan daun jambu biji sebagai antidiare dan daun sirih sebagai pengobatan dermatitis.Kata kunci: Etnomedisin, Skrining Fitokimia, Antidiare, Dermatitis, Kampung Adat Bulak Kupa.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: nadhiramiftahunnajah@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi S-1 Keperawatan
Depositing User: S.Farm Nadhira Miftahunnajah
Date Deposited: 23 Sep 2026 07:11
Last Modified: 23 Sep 2026 07:11
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6408

Actions (login required)

View Item View Item