TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS: STUDI MMAS-8 DI PUSKESMAS BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG

SUTARYAT, LULU DHAMAYANTI (2026) TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS: STUDI MMAS-8 DI PUSKESMAS BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (192kB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
BAB I - BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi tantangan utama sistem kesehatan global dan sering disebut silent killer karena dapat menyebabkan komplikasi serius tanpa gejala yang jelas. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dijalankan pemerintah untuk mengendalikan hipertensi, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepatuhan pengobatan hipertensi pada pasien Prolanis di Puskesmas Buahdua Kabupaten Sumedang menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) serta menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik terhadap 52 pasien hipertensi Prolanis yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 27. Hasil: Mayoritas responden memiliki kepatuhan tinggi dengan nilai (61,5%), diikuti kepatuhan sedang (32,7%) dan kepatuhan rendah (5,8%). Analisis bivariat menunjukkan usia (p=0,009) dan riwayat hipertensi dalam keluarga (p=0,040) berhubungan signifikan dengan kepatuhan, sedangkan jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, dan lama menderita tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan pasien yang mengikuti Program Prolanis di Puskesmas Buahdua berada pada kategori baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang berhubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan, yaitu usia dan Riwayat hipertensi keluarga. Kata kunci: kepatuhan pengobatan, hipertensi, MMAS-8

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Lulu Dhamayanti Sutaryat
Date Deposited: 26 Jun 2026 06:07
Last Modified: 26 Jun 2026 06:07
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5281

Actions (login required)

View Item View Item