HUBUNGAN PROGRAM K3 DAN MONITORING DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT X KOTA TASIKMALAYA

Az-zahra, Nurtsalits (2026) HUBUNGAN PROGRAM K3 DAN MONITORING DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT X KOTA TASIKMALAYA. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
FILE 1 (Cover & Abstrak).pdf

Download (109kB)
[img] Text (BAB I - BAB VII)
FILE 3 (BAB 1 - BAB 7).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
FILE 4 (Daftar Pustaka).pdf

Download (17kB)

Abstract

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI SARJANA ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Skripsi, Juni 2026 Nurtsalits Az-zahra Hubungan Program K3 dan Monitoring dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Karyawan di Rumah Sakit X Kota Tasikmalaya xviii + 91 halaman + 16 tabel + 16 lampiran. Abstrak Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan di lingkungan rumah sakit karena tingginya risiko paparan biologis, cedera benda tajam, terpeleset, terjatuh dan gangguan muskuloskeletal yang dapat mengganggu kesehatan serta produktivitas karyawan. Meskipun program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) telah diterapkan, kejadian kecelakaan kerja masih ditemukan sehingga diperlukan monitoring yang efektif untuk memastikan pelaksanaan K3 berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program K3 dan monitoring dengan kejadian kecelakaan kerja pada karyawan di Rumah Sakit X Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 613 karyawan, dengan sampel sebanyak 242 responden yang dipilih menggunakan teknik aksidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai program K3 dalam kategori baik sebanyak 160 responden (66%) dan monitoring dalam kategori baik sebanyak 142 responden (59%). Sebagian besar responden tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 210 responden (87%), sedangkan 32 responden (13%) pernah mengalami kecelakaan kerja berupa tertusuk jarum, terpeleset, terjatuh, terpapar cairan biologis, dan gangguan muskuloskeletal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara program K3 dengan kejadian kecelakaan kerja (p-value = 0,052), sedangkan monitoring memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja (p-value = 0,009). Disimpulkan bahwa monitoring berperan penting dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja, sementara keberadaan program K3 saja belum cukup tanpa implementasi dan pengawasan yang konsisten. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk memperkuat monitoring, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, dan mengoptimalkan penerapan K3 secara berkelanjutan. Kata Kunci : Program K3, Monitoring, Kecelakaan Kerja, Karyawan, Rumah Sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kepustakaan: 41 (2016-2026)

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: nursaliscaca@gmail.com
Subjects: S-1 Skripsi Administrasi Rumah Sakit
Divisions: Prodi S-1 Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: S.Kes Nurtsalits Az-zahra
Date Deposited: 12 Aug 2026 06:48
Last Modified: 12 Aug 2026 06:48
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5289

Actions (login required)

View Item View Item