EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD CIAMIS TAHUN 2025

WIBOWO, SILVIANA (2026) EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD CIAMIS TAHUN 2025. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.

This is the latest version of this item.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Silviana Wibowo_File 1_Abstrak+ Abstract-halaman.pdf

Download (539kB)
[img] Text (BAB I - BAB V)
Silviana Wibowo_File 3_BAB I-V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
Silviana Wibowo_File 4_Daftar Pustaka.pdf

Download (559kB)

Abstract

PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Skripsi, Juli 2026 Silviana Wibowo Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering memerlukan terapi kombinasi karena adanya penyakit penyerta, sehingga penggunaan banyak obat secara bersamaan dapat meningkatkan risiko potensi interaksi obat yang berpengaruh terhadap efektivitas terapi dan keselamatan pasien. Data mengenai prevalensi dan pola interaksi obat pada pasien hipertensi di RSUD Ciamis tahun 2025 belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prevalensi, tingkat keparahan, mekanisme, serta hubungan polifarmasi dengan kejadian potensi interaksi obat pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Ciamis tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional secara retrospektif terhadap 100 pasien hipertensi rawat jalan periode Januari–Desember 2025 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan database Drugs.com, Medscape, dan Stockley’s Drug Interactions. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi potensi interaksi obat sebesar 79%. Dari total 308 pasangan interaksi yang ditemukan, tingkat keparahan didominasi kategori moderat sebesar 88,64%, diikuti minor 9,74%, dan mayor 1,62%. Berdasarkan mekanismenya, interaksi paling banyak terjadi secara farmakodinamik sebesar 88,31% dan farmakokinetik 11,69%. Kombinasi obat yang paling sering menimbulkan interaksi adalah amlodipin dan bisoprolol sebanyak 20 kejadian. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara polifarmasi dengan kejadian interaksi obat (p < 0,001), dengan nilai OR sebesar 16,571 yang menunjukkan bahwa pasien dengan polifarmasi memiliki risiko 16 kali lebih tinggi mengalami interaksi obat dibandingkan pasien nonpolifarmasi. Hasil analisis multivariat juga menunjukkan bahwa polifarmasi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian potensi interaksi obat. Dapat disimpulkan bahwa potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di RSUD Ciamis tergolong tinggi dan berhubungan signifikan dengan jumlah obat yang digunakan, sehingga diperlukan pemantauan terapi yang lebih ketat guna meningkatkan keselamatan pasien.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: silvi15.sw@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Silviana Wibowo
Date Deposited: 14 Aug 2026 08:15
Last Modified: 14 Aug 2026 08:15
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5416

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item