Ramdhani, Eki Muhammad (2026) PENGUJIAN KOKRISTAL ASPIRIN ISONIKOTINAMID SEBAGAI ANALGETIK ANTIINFLAMASI PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus). Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf Download (214kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
BAB I-BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (759kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (180kB) |
Abstract
Nyeri dan inflamasi merupakan kondisi klinis yang umum terjadi dan berkaitan dengan pelepasan mediator inflamasi seperti prostaglandin, serta umumnya ditangani menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti aspirin. Namun, kelarutan aspirin yang rendah dapat membatasi efektivitas terapinya. Diperlukan pengembangan formulasi alternatif untuk mengoptimalkan performa obat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengevaluasi aktivitas analgetik dan antiinflamasi kokristal aspirin–isonikotinamid. Kokristal dibuat menggunakan metode slurry dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Powder X-ray Diffraction (PXRD). Aktivitas analgetik diuji pada tikus Wistar jantan menggunakan metode writhing test yang diinduksi asam asetat 1% dengan waktu pengamatan 90 menit, sedangkan aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode carrageenan-induced paw edema dengan induksi karagenan 1% dan waktu pengamatan selama 6 jam. Hasil FTIR menunjukkan adanya pergeseran gugus fungsi yang mengindikasikan interaksi intermolekuler, sedangkan PXRD mengonfirmasi terbentuknya fase kristal baru. Kokristal aspirin–isonikotinamid menunjukkan aktivitas analgetik yang signifikan dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05) dengan persentase efektivitas analgetik sebesar 90,78% (P1), 111,24% (P2), dan 95,97% (P3). Aktivitas antiinflamasi juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dengan persentase inhibisi inflamasi sebesar 32,56% (P1), 118,60% (P2), dan 89,53% (P3). Dosis 52,8 mg/kgBB (P2) memberikan aktivitas farmakologis paling optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kokristal aspirin–isonikotinamid memiliki aktivitas analgetik dan antiinflamasi yang signifikan, dengan aktivitas analgetik yang sebanding dengan aspirin, aktivitas antiinflamasi yang lebih tinggi dibandingkan aspirin pada dosis optimum.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | ekimuhammadramdhani@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Eki Muhammad Ramdhani |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 06:22 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 06:22 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
