Muzakhi, Edwar Rais (2026) PENERAPAN POSISI TRENDELENBURG PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) DENGAN MASALAH GANGGUAN PENURUNAN CURAH JANTUNG DI RUANG HEMODIALISA RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA. Diploma thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
cover abstrak.pdf Download (238kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
bab 1 - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (291kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (250kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA Karya Tulis Ilmiah, 2026 EDWAR RAIS MUZAKHI Penerapan Posisi Trendelenburg pada pasien gagal ginjal kronis (GGK) dengan masalah gangguan penurunan curah jantung di ruang hemodialisa RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya ABSTRAK Hipotensi intradialisis (HID) merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis akibat penarikan cairan yang cepat selama proses ultrafiltrasi. Penatalaksanaan HID konvensional di ruangan masih didominasi oleh pemberian loading cairan dalam volume besar yang berisiko memicu komplikasi kelebihan cairan (fluid overload). Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi intervensi nonfarmakologis pendamping yang aman dan praktis, seperti pemberian posisi Trendelenburg. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan posisi Trendelenburg pada pasien dengan HID di Ruang Hemodialisa. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif naratif terhadap dua subjek GGK yang mengalami HID sesuai dengan kriteria inklusi. Berikut versi yang lebih mudah dipahami dan mengalir. Intervensi dilakukan dengan memposisikan kedua tungkai pasien lebih tinggi sekitar 15°–30° dari kepala selama ±20 menit saat terjadi hipotensi intradialisis. Selain itu, pasien juga diberikan loading cairan NaCl 0,9% sebanyak 100 cc sesuai dengan SOP ruangan. Hasil studi menunjukkan bahwa kombinasi kedua intervensi tersebut mampu meningkatkan tekanan darah sistolik pada kedua subjek, subjek pertama menunjukkan dari 119 mmHg menjadi 165 mmHg subjek kedua 92 mmHg menjadi 151 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa posisi Trendelenburg merupakan tindakan keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan efektif untuk membantu meningkatkan tekanan darah serta menjaga stabilitas hemodinamik pasien selama hemodialisis. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak, waktu pengamatan yang lebih lama, serta menggunakan desain penelitian yang lebih kuat agar diperoleh hasil yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Hipotensi Intradialisis, Posisi Trendelenburg.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Contact Email: | edwardraismuzakhi@gmail.com |
| Subjects: | KTI DIII-Keperawatan |
| Divisions: | Prodi Keperawatan |
| Depositing User: | A.Md.Kep. Edwar rais muzakhi |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:36 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:36 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/5861 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
