Denia, Fatma (2026) Penerapan Terapi Self-Healing (Expressive Writing) Untuk Menurunkan Stres Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Diploma thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (Cover dan Abstrak)
File 1 cover abstrak.pdf Download (45kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
File 3 bab 1-5.pdf Restricted to Repository staff only Download (774kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
File 4 Dapus.pdf Download (122kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA Karya Tulis Ilmiah, September 2026 Fatma Denia xii- 108 Halaman+ 4 Tabel +11 Lampiran PENERAPAN TERAPI SELF-HEALING (EXPRESSIVE WRITING) UNTUK MENURUNKAN STRES PADA PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD Dr. SOEKARDJO TASIKMALAYA ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (CKD) merupakan gangguan degeneratif pada sistem perkemihan yang bersifat progresif, sehingga pasien pada tahap terminal diwajibkan menjalani terapi hemodialisis rutin seumur hidup. Rutinitas terapi ini menimbulkan beban fisik, psikologis, ekonomi, dan sosial yang dapat memicu stres berkepanjangan bila tidak dikelola dengan baik. Salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk menurunkan stres tersebut adalah terapi self-healing melalui menulis ekspresif (expressive writing), yaitu teknik menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mengenai pengalaman yang menekan. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi self-healing melalui menulis ekspresif untuk menurunkan stres pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua subyek yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien dengan skor Perceived Stress Scale (PSS-10) sebesar empat belas atau lebih. Pengukuran stres dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi menulis ekspresif selama tiga sesi berturut-turut, masing-masing membahas tema berbeda terkait pengalaman menjalani hemodialisis. Hasil studi kasus menunjukkan skor PSS-10 kedua subyek menurun setelah diberikan intervensi: subyek pertama tetap berada pada kategori stres sedang namun dengan skor lebih rendah, dan subyek kedua menurun dari kategori stres tinggi menjadi stres sedang. Penurunan ini menunjukkan bahwa menuliskan emosi secara terbuka membantu subyek melepaskan beban pikiran dan meningkatkan penerimaan terhadap kondisi penyakitnya. Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi self-healing melalui menulis ekspresif tidak dapat menurunkan stres pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Disarankan agar terapi ini dijadikan salah satu intervensi keperawatan non-farmakologis yang diterapkan rutin dalam manajemen stres pasien hemodialisa di rumah sakit. Kata Kunci : Chronic Kidney Disease, Hemodialisa, Menulis Ekspresif, Self-Healing, Stres
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | KTI DIII-Keperawatan |
| Divisions: | Prodi Keperawatan |
| Depositing User: | A.Md.Kep. Fatma Denia |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:31 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:31 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
