STUDY IN SILICO INTERAKSI SENYAWA AKTIF DARI KUNYIT ( Curcuma Longa Lin ) TERHADAP ENZIM ASETIKOLINESTERASE SEBAGAI KANDIDAT INHIBITOR TERAPI ALZHEIMER

Pamungkas, Angki Mukti (2026) STUDY IN SILICO INTERAKSI SENYAWA AKTIF DARI KUNYIT ( Curcuma Longa Lin ) TERHADAP ENZIM ASETIKOLINESTERASE SEBAGAI KANDIDAT INHIBITOR TERAPI ALZHEIMER. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.

[img] Text (FILE 1 COVER + ABSTRAK + ABSTRACT-1)
FILE 1 COVER + ABSTRAK + ABSTRACT-1.pdf

Download (427kB)
[img] Text (FILE 3 BAB I-V-1)
FILE 3 BAB I-V-1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text (FILE 4 DAFTAR PUSTAKA-1)
FILE 4 DAFTAR PUSTAKA-1.pdf

Download (889kB)

Abstract

Abstrak Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif dan disfungsi sistem kolinergik. Penghambatan asetilkolinesterase (Aceh) digunakan sebagai strategi terapi simptomatik untuk mempertahankan kadar asetilkolin, sedangkan kunyit (Curcuma longa L.) mengandung kurkuminoid dan terpenoid dengan potensi neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi interaksi molekuler, drug-likeness, profil farmakokinetik, toksisitas, dan kestabilan dinamis senyawa aktif kunyit terhadap AChE manusia melalui pendekatan in silico. Sebanyak 26 senyawa diuji terhadap tiga struktur kristal AChE, yaitu 4EY7, 6O4W, dan 7E3H. Kualitas reseptor dianalisis berdasarkan resolusi, Ramachandran plot, Verify3D, dan ERRAT. Tahapan penelitian meliputi preparasi reseptor dan ligan, validasi redocking, molecular docking menggunakan PyRx, visualisasi interaksi menggunakan BIOVIA Discovery Studio, skrining Lipinski, prediksi ADMET menggunakan pkCSM, serta simulasi molecular dynamics selama 100 ns menggunakan Desmond. Metode docking dinyatakan valid dengan RMSD redocking sebesar 0,87 A pada 4EY7, 1,11 A pada 6O4W, dan 0,84 A pada 7E3H. Demethylcurcumin menunjukkan afinitas paling kuat dan konsisten di antara senyawa uji, yaitu - 9,80, -9,67, dan -9,44 kcal/mol terhadap 4EY7, 6O4W, dan 7E3H. Simulasi molecular dynamics menunjukkan didemethoxycloucurcumin paling stabil pada 7E3H, sedangkan curcumin dan rivastigmin memiliki RMSD rata-rata terendah pada 6O4W dan 4EY7. Dengan demikian, demethylcurcumin dan didemethoxycloucurcumin berpotensi sebagai kandidat awal inhibitor AChE, tetapi masih memerlukan pengujian in vitro dan in vivo. Kata kunci: Alzheimer, asetilkolinesterase, Curcuma longa, in silico, demethylcurcumin.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Contact Email: angki.mukti@gmail.com
Subjects: S1-Skripsi Farmasi
Divisions: Prodi Farmasi
Depositing User: S.Farm Angki Mukti Pamunhkas
Date Deposited: 15 Sep 2026 04:31
Last Modified: 15 Sep 2026 04:31
URI: https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6235

Actions (login required)

View Item View Item