Salsabila, Annisa (2026) Cost Utility Analysis Metformin dibandingkan dengan Sitagliptin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Pandega Pangandaran. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA.
|
Text (Cover dan abstrak)
File 1_Cover, Abstract_Annisa S baru.pdf Download (237kB) |
|
|
Text (BAB 1 SAMPAI BAB 5)
file 3_BAB I-V.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
File 4_Daftar Pustaka.pdf Download (198kB) |
Abstract
Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi jangka panjang sehingga menimbulkan beban ekonomi yang besar bagi sistem pelayanan kesehatan. Perbedaan biaya dan manfaat klinis antara metformin dan sitagliptin mendorong perlunya evaluasi farmakoekonomi untuk menentukan terapi yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis Cost-Utility Analysis (CUA) penggunaan metformin dibandingkan dengan sitagliptin pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Pandega Pangandaran. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis dan biaya pelayanan kesehatan serta secara prospektif melalui wawancara menggunakan kuesioner Diabetes Quality of Life (DQOL). Sebanyak 122 pasien memenuhi kriteria penelitian, terdiri atas 75 pasien kelompok metformin dan 47 pasien kelompok sitagliptin. Analisis meliputi biaya medis langsung, nilai utilitas, Quality-Adjusted Life Years (QALY), Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER), dan Incremental Cost-Utility Ratio (ICUR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya medis langsung terapi metformin lebih rendah dibandingkan sitagliptin, yaitu Rp207.008 dan Rp439.339 per pasien. Nilai utilitas dan QALY kelompok metformin (0,8365; 0,2091) lebih tinggi dibandingkan kelompok sitagliptin (0,8201; 0,2050). Nilai ICUR sebesar Rp17.077.786.666/QALY menunjukkan bahwa sitagliptin memerlukan biaya tambahan tanpa memberikan peningkatan manfaat kesehatan dibandingkan metformin. Dengan demikian, metformin merupakan terapi yang lebih cost-effective dibandingkan sitagliptin pada pasien DM tipe 2 di RSUD Pandega Pangandaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan terapi antidiabetes yang lebih efisien di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Cost-Utility Analysis; diabetes melitus tipe 2, metformin, Quality-Adjusted Life Years, sitagliptin.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | Salsabilaannisa343@gmail.com |
| Subjects: | S1-Skripsi Farmasi |
| Divisions: | Prodi Farmasi |
| Depositing User: | S.Farm Annisa Salsabila |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 03:51 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 03:51 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6406 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
