Munggarani, Fadhiya (2026) UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma Domestica Val.), BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) DAN LEMON (Citrus limon L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ISOLAT LOKAL BACILLUS CEREUS ASAL NASI TUTUG ONCOM. Sarjana thesis, UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf Download (303kB) |
|
|
Text (BAB I - BAB V)
BAB I-V.pdf Restricted to Repository staff only Download (832kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (266kB) |
Abstract
PROGRAM STUDI SI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI DAN BISNIS UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Skripsi, Agustus 2026 Fadhiya Munggarani Bacillus cereus merupakan bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering mencemari pangan berbasis nasi dan menjadi salah satu penyebab utama keracunan pangan. Meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong pengembangan sumber antibakteri alami, di antaranya kunyit (Curcuma domestica Val.), bawang putih (Allium sativum L.), dan lemon (Citrus limon L.) yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibakteri ekstrak kunyit, bawang putih, dan daging buah lemon terhadap pertumbuhan B. cereus secara in vitro. Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak, persiapan dan konfirmasi isolat lokal bakteri B. cereus (TWS 7, CKL 1A dan EPS 5) melalui pewarnaan Gram dan uji katalase, kemudian dilanjutkan dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri paling rendah dengan diameter zona hambat berkisar 1,98–5,16 mm pada isolat TWS 7 dan 3,58–4,40 mm pada isolat CKL 1A, yang umumnya termasuk kategori lemah. Ekstrak kunyit menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi, dengan diameter zona hambat berkisar 3,51–7,31 mm pada isolat TWS 7 dan 5,95–6,75 mm pada isolat CKL 1A, yang termasuk kategori sedang. Isolat EPS 5 tidak menunjukkan zona hambat terhadap ekstrak bawang putih maupun kunyit pada seluruh konsentrasi yang diuji. Sebaliknya, ekstrak daging buah lemon menghasilkan aktivitas penghambatan terbesar pada seluruh isolat uji, yaitu berkisar pada isolat TWS 7, rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% berturut-turut sebesar 15,36 mm, 15,86 mm, dan 15,90 mm. Pada isolat CKL 1A, diameter zona hambat berturut-turut sebesar 14,30 mm, 17,90 mm, dan 18,40 mm, sedangkan pada isolat EPS 5 berturut-turut sebesar 13,55 mm, 17,00 mm, dan 16,57 mm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antarperlakuan (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak kunyit, bawang putih, dan daging buah lemon memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. cereus, dengan ekstrak daging buah lemon pada konsentrasi 75% menunjukkan efektivitas penghambatan terbaik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami untuk pengendalian B. cereus pada pangan berbasis nasi. Namun pengembangan antibakteri alami tersebut masih diperlukan penelitian lanjutan mengenai identifikasi dan karakterisasi senyawa antibakteri yang berperan, pengujian nilai konsentrasi hambat minimum (KHM/MIC) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM/MBC), stabilitas, serta aspek formulasi yang berkaitan dengan uji organoleptik sebagai dasar pengembangan dan komersialisasi produk. Kata kunci: Antibakteri, Bacillus cereus, bawang putih, daging buah lemon, kunyit.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Contact Email: | fadhiyamunggarani@gmail.com |
| Subjects: | S-1 Skripsi Teknologi Pangan |
| Divisions: | Prodi S-1 Teknologi Pangan |
| Depositing User: | S.T.P Fadhiya Fadhiya |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 01:43 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 01:43 |
| URI: | https://repository.universitas-bth.ac.id/id/eprint/6190 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
